Close Klik 2x

Begini Ketika Rudal yakhont diluncurkan dari KRI Oswald Siahaan


MUSLIMTERBARU -TNI Angkatan Laut (AL) berhasil melaksanakan uji coba penembakan peluru kendali jarak menengah, Yakhont pada saat latihan perang laut Armada Jaya XXXI/12 di Laut Sulawesi.

Latihan perang laut tersebut digelar melibatkan lebih dari 6.000 personel dan 35 unit kapal perang TNI Angkatan Laut berbagai jenis, termasuk kapal selam.

Kasubdispenum Dispenal Kolonel Laut (S) Julius Widjojono mengatakan, uji coba penembakan rudal supersonik yang diluncurkan oleh KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 di perairan Laut Sulawesi, Sabtu 13 Oktober 2012 itu disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana (Kasal) TNI Soeparno sebagai Pemimpin Umum Armada Jaya XXXI/12 bersama sejumlah anggota Komisi I DPR. 

“Rudal berhasil menenggelamkan eks-KRI Teluk Berau-534 yang dijadikan sasaran tembak pada jarak lebih dari 200 km,” ucapnya kepada wartawan, Senin (15/10/2012).

Seperti diketahui, Rudal supersonik Yakhont merupakan salah satu senjata strategis yang dimiliki TNI AL.

Rudal buatan Rusia berpendorong Supersonic Ramjet dan bahan bakar Kerosene T-6 itu memiliki kecepatan terbang hingga 2,5 mach (sekitar 750 meter per detik), dengan jangkauan tembak 300 km dan tingkat akurasi di atas 99 persen.

Yakhont berukuran panjang 8.900 mm, diameter 720 mm, dan berat 3.900 kg itu memiliki daya ledak 300 kg dan hanya butuh waktu empat menit untuk siap tembak.

Rudal ini memiliki sudut penembakan yang unik karena ketika ditembakkan rudal meluncur tegak lurus ke atas hingga ketinggian sekitar 14 km, sebelum kemudian menukik turun dan meluncur menuju sasaran dengan ketinggian belasan meter saja dari permukaan air laut.

Pada April 2011 lalu, TNI AL juga berhasil menembakkan Yakhont di Samudera Hindia. Hingga sekarang ini, dikabarkan belum ada penangkap untuk rudal Yakhont.

Pada manuver lapangan Armada Jaya XXXI/2012 yang digelar di perairan Laut Sulawesi tersebut, KRI OWA-354 tepat pukul 09.58 WITA meluncurkan Rudal Yakhont dan berhasil mengenai target sasaran yang ditempatkan pada koordinat 0241.54 U – 12240.30 T (perairan Laut Sulawesi).

Kadispen Armatim, Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana menjelaskan, begitu mendapat serangan Rudal Yakhont, sasaran mengalami kemiringan hingga 45 derajat.

“Tidak menunggu lama, pada pukul 10.06 WITA, anjungan kapal yang menjadi sasaran tembak mulai tenggelam. Selanjutnya pada pukul 10.07 WITA, sasaran tembak tersebut dinyatakan tenggelam secara keseluruhan,” paparnya.

Menurutnyan Rudal Yakhont yang saat ini diuji coba penembakan dalam Latihan Armada Jaya XXXI merupakan salah satu senjata strategis yang dimiliki TNI AL. Negara asal rudal ini adalah Rusia. Rudal ini memiliki kecepatan terbang kurang lebih 2 mach, dengan jangakauan tembak 300 km.

KRI Teluk Berau 534 yang telah dipensiunkan dijadikan sasaran tembak dengan rudal Yakhont (photo : Ivan Meshkov)

“Saat ditembakan, rudal tersebut memiliki sudut luncur 90 derajat, dengan ketinggian terbang 14.000 meter,” terangnya.
Rudal ini memiliki berat 3.000 kg dan panjang 8.900 mm dengan diameter 720 mm.

Perjalanan rudal Yakhont hingga mengenai sasaran seperti terlihat ketika rudal ini mengenai KRI Teluk Bayur pada uji coba April 2011 (photo : Kaskus Militer)

Pada tahap manuver lapangan Armada Jaya XXXI/2012 yang dimulai tanggal 9 hingga 22 Oktober, kekuatan yang dikerahkan secara kuantitas kurang lebih 5.500 personel, 35 kapal perang berbagai jenis (kapal selam, perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, perusak kawal, angkut tank, buru ranjau, kapal tanker dan kapal bantu tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya merupakan salah satu aktualisasi tentang kesiapan TNI AL dalam melaksanakan operasi amfibi, operasi laut gabungan dan operasi pendaratan administrasi di perairan timur yurisdiksi nasional.

Leave a Reply