Close Klik 2x

Inilah Hukum Tidur di Siang Ramadhan, Lalu Bermimpi dan Keluar Mani

MUSLIMTERBARU  – Rony di Cikarang,,,  pak ustad saya mau tanya pada saat saya berpuasa tetapi habis subuh saya tidur dan mimpi jima’ dan keuluar mani sesudah itu saya mandi junub tapi lagi mandi kuping saya kemasukan air tidak sengaja tapi saya terus berpuasa, terus bagai mana dengan puasa saya sah apa tidak ?

Hukum Orang Yang Tidur di Siang Romadhon, Lalu Bermimpi dan Keluar Mani

Jawaban :

Apa yang anda lakukan sudah benar, yaitu anda tetap melanjutkan puasa meskipun anda mengalami mimpi junub dan adanya air yang masuk ke telinga. Sebab, kedua hal yang anda alami itu bukanlah pembatal-pembatal puasa.

Didalam ‘al Mughni” (4/363) disebutkan bahwa seandainya seorang bermimpi maka tidaklah merusak puasanya karena hal itu diluar kehendaknya sepertihalnya seorang yang kemasukan sesuatu di tenggorokan sedangkan ia dalam keadaan tidur.”

Syeikh Ibn Baaz didalam Majmu’ al Fatawa (15/276) ditanya tentang seseorang yang tidur di siang hari Ramadhan lalu dia bermimpi dan keluar mani darinya maka apakah ia harus mengqadha hari itu?

Beliau menjawab,”tidak ada qadha baginya karena mimpi itu diluar kehendaknya akan tetapi diharuskan baginya mandi (junub) jika dia mendapati mani.”

Syeikh Ibnu Utsaimin didalam Fatawa ash Shiyam hal. 284 mengatakan tentang orang yang berimimpi di siang hari Ramadhan?

Beliau menjawab,”Puasanya sah. Sesungguhnya bermimpi tidaklah membatalkan puasa karena ia diluar kehendaknya. Telah terangkat pena darinya pada saat ia tidur.”

Al Lajnah ad Daimah (10/274) menyebutkan,”Barangsiapa yang bermimpi sementara dia dalam keadaan berpuasa atau ihram haji atau umrah maka tidaklah berdosa, tidak pula harus membayar kafarat dan tidaklah mempengaruhi puasa, haji dan umrahnya namun diwajibkan baginya mandi junub jika keluar mani.” (Fatawa al Islam Sual wa Jawab No. 38623)

Adapun mengenai masuknya air ke telinga, ini tidak membatalkan puasa. Karena tidak ada hubungannya antara lubang telinga dengan lambung atau kerongkongan. Terlebih lagi jika tidak disengaja. Bahkan jika menggunakan obat tetes telinga pun tidak membatalkan puasa, sebagaimana Syaikh Dr. Ahmad bin Muhammad Al Kholil telah menuliskan hal ini dalam kitabnya Mufthirootu Ash Shiyam Al Mu’ashiroh dengan alasan yang sama, yakni bahwa tidak ada saluran yang menghubungkan antara telinga dan perut atau antara telinga dan otak.

Wallohu a’lam.

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM

Sumber: http://fajrifm.com/hukum-orang-yang-tidur-di-siang-ramadhan-lalu-bermimpi-dan-keluar-mani/

Leave a Reply