Close Klik 2x

Jimat Tali di Pinggang Menurut Islam

Bukan di desa ataupun di kota jimat tali pinggang hitam ini banyak sekali kita temukan dipakai oleh pria maupun wanita, apakah itu saudara ataupun teman dekat kita, dimana menurut keyakinan meraka benda tersebut dapat berfungsi sebagai pertahanan diri dari serangan makhluk Gaib. Saya pernah mendapati beberapa wanita memakai benda benda seperti di gambar diatas yang pada umumnya mereka menggunakan pada saat setelah melahirkan. Dan saya bertanya kepada mereka dari mana mereka mendapatkan benda seperti itu, mereka menjawab bahwa benda yang ada di pinggang mereka itu diberikan oleh tengku atau ustadz.
Jimat Tali di Pinggang Menurut Islam
Saya berkata kepada mereka apa isi dalam lipatan kain yang ada di pinggang mereka ? Ada sebagian mereka tidak tahu apa isi dalam lipatan kain tersebut dan sebahagian yang lain mengatakan bahwa isi 
dalam lipatan kain yang ada di pinggang mereka berisikan ayat Alqur’an. Saya bertanya kepada mereka apakah kan itu akan dibuka pada saat mereka buang hajat atau maaf cakap sedang berhubungan badan swami mereka? Mereka menjawab bahwa kain itu tidak akan pernah dibuka dan tidak boleh dibuka itu salah satu syarat yang Dikatakan oleh pemberinya.
Astaghfirullahaladzim…. dalam hati saya bergumam, begitu bodohnya mereka apa yang mereka lakukan adalah sebuah kezaliman dan kekufuran. Apakah karena mereka tidak mengetahui ataupun mereka pura pura bodoh akan hal tersebut. Saya bertanya kepada mereka apakah boleh ayat Alqur’an dibawa ke kamar mandi ataupun saat berhubungan dengan suami ? Anehnya mereka tidak langsung menjawab, sepertinya mereka sedang berpikir akan pertanyaannya saya ajukan kepada mereka. Dan saya bertanya yang kedua kali kepada mereka apakah boleh ayat Alqur’an ada di pinggang ibu ibu boleh dibawa ke kamar mandi ataupun saat berhubungan badan dengan suami ? Dengan jawaban yang ragu mereka menjawab tidak boleh. Jadi kenapa ibu ibu memakainya rada sehat entar ke kamar mandi ataupun saat berhubungan badan dengan suami ? Dengan alasan bahwa kain yang diikatkan di pinggang mereka tidak boleh dilepas, saya bertanya kenapa tidak boleh dilepas. Mereka menjawab si pemberi sekali ini berkata bahwa kain ini jangan pernah dilepas dari badan. Astaughfirulloh haladzim saya bergumam lagi di dalam hati.
Apakah ibu ibu tahu bahwa yang ibu ibu pake itu adalah jimat yang diharamkan dlm syariat ? Mereka membalas pertanyaan saya dengan jawaban, ini kan ayat Suci Alqur’an. Itu jawaban yang saya dengar dari mulut mereka. Dan mereka membantah bahwa jimat yang mereka pakai tidak mengapa karena di dalam Gulungan lipatan kain yang mereka Kenakan adalah dituliskan ayat ayat Al-Qur’an. Na’udzubillah… Mereka tidak paham bahwa sesungguhnya yang mereka lakukan adalah sebuah kesyirikan yang sangat bertentangan dengan syariat Allah dengan memakai jimat di badan mereka walaupun itu mengandung ayat Suci Al-Quran.
Tapi, tetap saja bagi saya adalah sebuah jimat karena menurut sepengetahuan saya didalam syariat dibawa oleh baginda Rasulullah memakai jimat adalah hukumnya haram walaupun dengan menuliskan ayat ayat Suci Al-Quran.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan tentang jimat dan hukumnya. Kata Ibnu Mas’ud: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّماَئِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR. Al-Imam Ahmad di dalam Musnad 1/381, Abu Dawud di dalam Sunan-nya 7/630, Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak 4/217, 418, Ath-Thabrani di dalam Al-Kabir 10.503, dan Al-Baihaqi di dalam Sunan Al-Kubra 9/350. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 3288, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 2845, Silsilah Ahadits Ash-Shahihah no. 331 1/648, dan Ghayatul Maram no. 298)
Jimat adalah permata yang dirangkai atau tulang belulang kemudian dikalungkan di leher-leher anak dengan tujuan menolak bala. (Lihat Kitabut Tauhid karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Fathul Majid 1/650)
Saya pernah berjumpa langsung dengan orang orang yang memakai jimat tersebut, dan saya melihat bukan Allah yang menjaga mereka tapi jin yang ada disamping mereka karena Jimat tersebut.
Dan saya katakan sekali lagi bahwa memakai ikatan dipinggang walaupun itu menggunakan ayat Suci Al-Quran termasuk jimat yang diharamkan dlm syariat Allah. Dan itu adalah perbuatan syirik yang menjadikan kita suka dalam kekufuran.
Sedikit referensi dibawah ini:

Hukum bila Jimat itu dari tulisan ayat Al-Qur`an

Terkadang jimat berasal dari Al Qur`an atau tulisan ayat-ayat Al Qur`an atau nama-nama Allah. Apakah hukumnya sama dengan jenis-jenis jimat di atas?
Tentang hal ini, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama salaf:
a. Sebagian mengatakan boleh. Dan mereka memaknakan hadits yang menjelaskan keharaman jimat itu dengan makna jimat yang mengandung kesyirikan. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash dan diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, akan tetapi riwayat dari kedua shahabat ini lemah. Dan ini adalah ucapan Abu Ja’far Al-Baqir, Ahmad bin Hambal dalam satu riwayat.
b. Sebagian mengatakan diharamkan. Yang berpendapat demikian di antaranya Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, dan dzahir ucapan Hudzaifah, ‘Uqbah bin ‘Amir, dan Ibnu ‘Akim dan demikian juga ucapan sejumlah tabi’in di antara mereka murid-murid Ibnu Mas’ud, dan Ahmad di dalam sebuah riwayat yang dipilih oleh mayoritas murid beliau dan yang diperkuat oleh ulama mutaakhirin (belakang ini). Mereka berdalil dengan keumuman hadits Ibnu Mas’ud: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna termasuk dari kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah men-tarjih (menguatkan) dari kedua pendapat ini beliau mengatakan: Yang benar (dari kedua) pendapat ini adalah pendapat yang mengatakan haram dengan beberapa alasan:
Pertama: Keumuman larangan dan tidak ada dalil-dalil yang mengkhususkannya.
Kedua: Menutup jalan-jalan yang akan mengantarkan kepada (perbuatan) menggantungkan selain Al Qur‘an atau nama-nama Allah.
Ketiga: Akan terjatuh pada penghinaan terhadap Al Qur`an dan nama-nama Allah tersebut karena akan dibawa ke tempat najis atau dipakai untuk mencuri, merampok, dan berkelahi.
Dan pendapat kedua ini pula yang dikuatkan oleh ulama masa kini seperti Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitabnya Taisir Al-’Aziz Al-Hamid, Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy-Syaikh dalam kitabnya Fathul Majid, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, dan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahumullah.
Kesimpulan dari pembahasan ini bahwa segala bentuk jimat baik dari Al Qur`an ataupun bukan, diharamkan karena keumuman larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, dinasehatkan kepada kaum muslimin agar segera meninggalkannya dan hanya kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam meminta segala kemanfaatan dan minta dijauhkan dari segala malapetaka. Meminta perlindungan dan penjagaan kepada Allah semata itulah aqidah yang benar, dan tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kebatilan.
Wallahu a’lam.
Referensi : http://www.asysyariah.com

Leave a Reply